Portal Indonesia
ad

Jelang Pilkades Serentak 2016, Pemdes Sumenep Deteksi Sejumlah Desa Rawan Konflik

berita terkini
Kabag Pemdes Setkab Sumenep, Ali Dafir
ad

SUMENEP, (portalbangsa.com) - Mendekati pelaksanaan pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2016, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur melalui bagian Pemerintahan Desa (Pemdes) setempat mulai melakukan pemetaan daerah rawan konflik.

Hasil koordinasi dengan sejumlah Camat, Kabag Pemdes Setkab Sumenep, Ali Dafir merilis sedikitnya ada 4 desa yang terdeteksi rawan konflik.

"Dari 18 Desa yang bakal menggelar Pilkades serentak pada 15 Desember 2016 lusa, kami sudah klasifikasikan pada kategori rawan 1, 2 hingga 3. Yang masuk rawan 1 ada 4 Desa," katanya, Selasa (13/12/2016).

"4 desa tersebut tersebar di 3 Kecamatan. Yakni Desa sentol Daya dan Desa Pakamban Laok (kecamatan Pragaan), kemudian Desa Kapedi (Kecamatan Bluto) dan Desa Kalianget Barat (Kecamatan Kalianget)," sambung Dafir ditemui diruang kerjanya.    

Dijelaskannya, Desa lain yang masuk kategori rawan 2 dan 3 diantaranya Desa Sendang (Kecamatan Pragaan), Desa Penanggungan (Kecamatan Guluk-Guluk), Desa Gelugur (Kecamatan Batuan), dan Desa Romben Rana (Kecamatan Dungkek). Selain itu Desa Nyabakan Timur (Kecamatan Batang-Batang), Desa Pamolokan (Kecamatan Kota) dan Desa Palasa (Kecamatan Talango).

Sementara, Desa Angon-Angon (Kecamatan Arjasa), Desa Masakambing (Kecamatan Masalembu), dan Desa Ketupat (Kecamatan Raas). Selain itu Desa Suka Jeruk (Kecamatan Masalembu), Desa batu Putih (Kecamatan Kangayan) juga masuk dalam kategori Desa rawan konflik 2 dan 3. Kemudian Desa Saur Saebu dan Sadulang (Kecamatan Sapeken) masuk kategori nihil.

Dari sejumlah Kecamatan yang ada, hanya di kepulauan Kemanan yang nihil, saya tidak tahu kenapa kok ada Desa yang nihil," paparnya.

Menurut Dafir, 4 Desa yang masuk dalam kategori rawan konflik itu akan menjadi atensi khusus Pemkab Sumenep. Untuk itu akan segera dilakukan koordinasikan dengan unsur Polri dan TNI untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

"Kami tidak ada persiapan khusus, karena sudah dipasrahkan kepada aparat penegak hukum untuk pengamanan," tandasnya.

Reporter :
Editor :
ad
Berita Sebelumnya PMII Situbondo Galang Dana "Peduli Aceh"
Berita Selanjutnya Prihatin, Minat Baca Siswa di Situbondo Masih Rendah 

Komentar Anda