Portal Indonesia

Bupati Jember Anggarkan Bantuan Transport Untuk Relawan Kesehatan

berita terkini
Bupati Faida bersama jajarannya
ad

JEMBER,(portalindonesia.co.id)  – Di era  Bupati  dr Hj Faida MMR – KH Muqit Arif, kendati baru setahun menjabat, banyak perubahan  signifikan di bawah. Salah satunya tumbuh subur kelompok  sosial kesehatan, kelompok penyantun dhuafa dan relawan kesehatan yang rela mendampingi kaum miskin dhuafa menuju  fasilitas kesehatan selanjutnya.Untuk itu dr Hj Faida, mengapresiasi dengan mengeluarkan Perbup untuk membantu para relawan kesehatan itu dengan uang transport dan saku.

Untuk itu semua, Tim Relawan Kesehatan akan direkrut dan didata secara baik sesuai  persyaratan khusus, antara lain telah berpengalaman mendampingi pasien hingga ke fasilitas kesehatan dari rumah hingga ke lanjutan, terbiasa dan berpengalaman berhubungan dengan fasilitas kesehatan, serta yang aktif mendeteksi dini penyakit masyarakat miskin untuk dirujuk operasi.

“Kita akan bantu mereka dengan anggaran transport untuk relawan yang mendampingi dari rumah ke rumah sakit, sebesar Rp 100 ribu, dan uang saku Rp 100 ribu bagi deteksi dini penyakit yang dirujuk operasi,” ujarnya.

Seluruh hal itu diatur dalam Perbup No 1 tahun 2017, tentang  Penggunaan Dana Program Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin, dengan Surat Pernyataan Miskin (SPM), yang dijamin Pemerintah Kabupaten Jember.

Ada pun tujuan Perbup ini, kata Bupati Faida, didampingi KH Muqit Arif, Wabup, dalam rangka  untuk meningkatkan cakupan masyarakat miskin dalam mendapatkan pelayanan kesehatan di RS Umum Daerah, di RS Swasta yang ditunjuk maupun di RS Rujukan.

“Tim Relawan Kesehatan di Kabupaten Jember, akan dilakukan rekrutmen dengan syarat antara lain, warga yang berdomisili di Jember dan ditunjukkan KTP Jember, sudah pernah membantu dalam penemuan penderita penyakit yang perlu pelayanan lebih lanjut, pernah berpartisipasi dalam pelayanan kesehatan untuk kaum dhuafa,” ujar Bupati Faida.

Menurutnya, tugas Tim Relawan juga telah dijelaskan dalam Perbup yakni membantu petugas kesehatan dalam pelayanan  kesehatan dasar dan pendamping rujukan pasien, menggerakkan partisipasi masyarakat dalam deteksi dini kasus penyakit atau masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat, mendampingi pasien rujukan dari rumah menuju ke fasilitas kesehatan yang diperlukan,

Untuk itu semua disediakan anggaran untuk transport bagi relawan dalam upaya deteksi kesehatan pra operasi bagi kaum dhuafa, Rp 100 ribu, untuk volume kegiatan 2.000 atau total anggaran Rp 200 juta,  dan disediakan anggaran untuk uang saku relawan pendamping rujukan ke fasilitas kesehatan, dengan volume kegiatan dalam setahun 2.480 atau total anggaran Rp 248 juta.

Demikian  apresiasi yang  tinggi dari Bupati kepada para relawan yang selama ini bekerja ikhlas, tanpa memiliki  kekuatan apa pun, dan tidak ada yang menggaji serta membayar. Mereka  berjuang  membantu  orang miskin sakit untuk dibawa ke fasilitas kesehatan, mendampingi dan mengantar tanpa imbalan itu sangat menyentuh hati Bupati yang dikenal sebagai ibunya “kaum Dhuafa” ini.

Bahkan Rumah Sakit (RS) yang dia dikelola sebelumnya  dia telah nisbatkan untuk melayani kaum  dhuafa dan sering disebut  Istana Rumah Sakit Dhuafa.

Demikian  terungkap dalam pertemuan ribuan tenaga kesehatan se Kabupaten Jember  bersama Staf Kepala Bagian Pengembangan SDM di Kementerian Kesehatan RI, dalam rangka Wajib Kerja Dokter Spesialias (WKDS) dan visitasi kebutuhan tenaga SDM dokter di Rumah Sakit dr Soebandi, Jumat (26/5/2017).(hum)

Reporter : Sugianto Z
Editor :
ad
Berita Sebelumnya Dinas Sosial Jember Turun Langsung, Mencari Ahyat Pensiunan Guru Asal Bondowoso
Berita Selanjutnya Untuk Menertibkan Administrasi Aset Milik Pemda, Bupati Sumenep Lakukan MoU Dengan DJKN Jatim 

Komentar Anda