Portal Indonesia

Wagub Jatim Bantu Air Bersih Warga Lakardowo, Kabupaten Mojokerto

berita terkini
Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf saat menyerahkan bantuan
ad

SURABAYA, (portaindonesia.co.id) - Warga Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, akhinya bisa bernafas lega setelah mendapat bantuan dari Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, memberikan uang senilai Rp 125 juta. Dan ini baru tahap awal, karena selanjutnya Wagub menjanjikan akan ada pemberian bantuan lagi.

Seperti diketahui, Warga desa itu menjadi korban pencemaran lingkungan akibat timbunan limbah B3 yang dikelola oleh PT PRIA. Akibatnya warga desa merasa mengalami gangguan mulai dari sesak nafas hingga mengalami sakit kulit gatal-gatal akibat memakai air dirumahnya.

Saat ini warga enggan menggunakan air sumur, selain menyebabkan gatal, air juga tak bisa digubakan keperluan masak dan minum. “Dan ini baru tahap awal, karena selanjutnya Wagub menjanjikan akan ada pemberian bantuan lagi,” kata Prigi Arisandi.

Rinciannya, pembelian air bersih untuk keperluan sehari-hari warga Lakardowo senilai Rp 75 juta dan bantuan untuk penelitian yang akan mendatangkan pihak independen dalam hal ini akan kerjasama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Rp 50 juta.

“Saya merasa prihatin dengan kondisi warga di Desa Lakardowo, Mojokerto. Saya memberikan bantuan dana untuk pembelian air bersih Rp 75 juta dan dana untum penelitian yang akan bekerjasama dengan ITS Rp 50 juta. Ini sekedar membantu saja, meringankan beban dalam hal pengeluaran rumah tangga. Kasihan, untuk beli air bersih warga membutuhkan dana Rp 270 juta per tahun dan ini sudah berjalan dua tahun. Selama ini air bersih dari gotong royong masyarakat sendiri,” ujar Gus Ipul ditemui usai menerima sejumlah warga Desa Lakardowo di Ruang Kerjanya, Senin (12/6/2017).

Penelitian ini yang kedua kalinya jika nantinya jadi dilaksanakan, setelah sebelumnya dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Namun, warga tak puas atas penelitian itu karena dinilai menguntungkan PT PRIA yang diklaim tak melakukan pencemaran. Karena itu atas desakan warga Lakardowo, Pemprov diminta membantu dalam penelitian tersebut.

lanjut Gus Ipul, Pemkab Mojokerto saat ini berencana melakukan upaya pemasangan pipa agar warga tiga dusun bisa teraliri air bersih.

“Sambil menunggu pembangunan pipa ini, saya membantu mengurangi beban warga berupa pembelian air bersih. Jadi bantuan ini sifatnya sementara,” imbuh Wagub dua periode ini.

Desa Lakardowo yang disebut tercemar limbah B3 PT PRIA terdiri dari dusun, yaitu Dusun Kedung Palang, Dusun Sumber Wuluh dan Dusun Sambi Gembol. Selama ini keperluan air bersih warga didatangkan dari Pacet. Swadaya masyarakat ini dirasa memberatkan sebab harus membeli air Rp 2 ribu per galon atau Rp 300 ribu per tangki. Pembelian air bersih ini dilakukan tiap dua hari sekali.

Pihaknya berharap agar permasalahan antara PT PRIA dan warga Desa Lakardowo segera selesai. Karena itu apapun hasil penelitian yang akan dilakukan dengan tim independen ITS bisa menjadi rujukan untuk memberikan solusi.

Terlebih, Jatim saat ini juga membutuhkan pabrik pengolah limbah B3 yang akan dikelola sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Selain untuk pengolahan limbah, pemanfaatan nantinya pabrik tersebut juga bisa difungsikan sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Saat ini, hanya ada dua pabrik yang memiliki izin mengolah limbah B3, yaitu PLTU Paiton yang memiliki izin penimbunan dan PT PRIA di Mojokerto yang memiliki izin untuk pengolahan dan pemanfaatan. Sedangkan yang memiliki ketiga izin sekaligus belum ada.

Reporter : Addy M.a.z
Editor :
ad
Berita Sebelumnya Kakek Purnawirawan Polairud Cabuli Gadis Idiot Divonis Hakim Selama 7 Tahun
Berita Selanjutnya Ditinggal Pergi Pemiliknya, Rumah Warga Widoro Payung Situbondo Ludes Dilalap Api 

Komentar Anda