Portal Indonesia
ad

Tingkatkan Nilai Eskpor Dinas Perdanan NTB Siapkan Tradin House​

berita terkini
Rachmat Wira Putra, Kepala Seksi Ekspor Disdag NTB
ad

MATARAM, (portalindonesia.co.id) - Rendahnya Ekspor nonmineral NTB menjadi perhatian Dinas Perdagangan NTB. Berbagai upaya telah dilakukan guna meningkatkan kembali ekpor nonmineral.

Dinas Perdagangan akan melakukan koordinasi dengan Bandara Internasional Lombok dan PT Pelindo untuk gerbang ekspor.

Kepala Seksi Ekspor Disdag NTB Rachmat Wira Putra, sektor ekspor nonmigas NTB masih sangat minin. Lepas NTB memiliki banyak potensi ekspor di sektor tersebut. Salahkan kerajinan dan olahan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

"Silahkan sedang kita ganti dengan solusi," katanya.

Minimnya ekpor NTB berbagai macam hal. Pertama, banyak barang NTB yang ada di daerah lain. Seperti kerajinan ketak yang dibuat di NTB yang dikirim ke Bali kemudian di finishing. Setelah di finishing, barang yang dikirim keluar dengan nama Bali.

Disdag NTB sudah mengungungi beberapa sentra kerajinan di NTB. Seperti Beleke, Karang Bayan, Banyumulek dan lainnya. Mereka adalah UKM yang ruti melakukan ekspor. Namun rata-rata meka melakukan ekspor melalui Bali.

Permasalahan selanjutnya terletak pada konektivitas barang. Frekuensi penerbangan pengiriman barang dengan pihak bandara terbilang masih minim. Seperti yang terbawa NTB menuju Malaysia, Singapura, hingga Hongkong tetap dalam konteksnya sehari-hari.

Sementara untuk ekspor produk olahan yang segar membutuhkan waktu yang sangat cepat untuk sampai dilokasi tujuan. Hal ini tentu saja akan berorientasi pada kualitas ekspor. Efek frekuensi yang masih minim, dampak pada cost ekspor yang menjadi mahal. Berbeda dengan bandara Ngurah Rai Bali, yang memiliki frekuensi tinggi.

"Jadinya produk perikanan yang lebih memilih mengirim lewat Bali," ungkapnya.

Begitupun dengan pelabuhan kargo di Lembar. Pelabuhan ini juga belum bias pengiriman barang langsung ke tempat tujuan. Pengekspor masih menggunakan jasa feedernya biaya terbilang cukup mahal.

"Pelabuhan kargo masih belum bias dengan maksimal," jelasnya.

Rachmat mengatakan, Disdag NTB akan menggulirkan kenaikan ekspor di sektor nonmineral. Pihaknya juga sudah beberapa kali melakukan koordinasi dengan pihak PT Angkasa Pura I dan PT Pelindo untuk urusan konektivitas tersebut.

Disamping itu, juga turut membangun Rumah Perdagangan bagi UMKM di NTB. Trading House ini akan menjadi fasilitator antara UMKM dengan pembeli dari berbagai daerah tujuan mupun Negara. Trading House ini nantinya akan difasilitasi Disdag NTB.

"Di NTB ada APEK (Asosiasi Pengusaha Eksportir Idonesia) yang akan kita jadikan Trading House," tandasnya.

Reporter :
Editor :
ad
Berita Sebelumnya Penderita Kencing Manis di Situbondo Dievakuasi Ke Puskesmas
Berita Selanjutnya Baru Pertama Kali Digelar di Sumenep, Event Kejurda Slalom Sedot Ribuan Warga 

Komentar Anda