Portal Indonesia
ad

Bondowoso Dalam Kacamata Ahmad Dhafir (Bagian I)

berita terkini
H. Ahmad Dhafir di lokasi wisata beto so'on
ad

BONDOWOSO, (portalindonesia.co.id)-  Highland Paradise. Sebuah ungkapan yang menggambarkan alam Bondowoso bak Syurga di dataran tinggi. 

Tidak berlebihan kiranya jika ungkapan tersebut disandang oleh Kabupaten yang saat ini memiliki julukan Republik Kopi.

Lantas bagaimana seorang H. Ahmad Dhafir melihat potensi Kabupaten Bondowoso dengan segala sumber daya alam dan sumber daya manusianya. Baik, mari kita ulas!.

1. Kecamatan Cermee

Menurut pria yang tiga (3) periode menjabat Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso  ini, kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Situbondo ini memiliki potensi yang sangat luar biasa. 

Di Kecamatan Cermee tepatnya di Desa Solor  terdapat gugusan batu yang diduga merupakan salah satu peninggalan zaman prasejarah megalitukum,  dan oleh masyarakat sekitar disebut dengan sebutan Beto So'on. Orang luar Cermee menyebutnya Stonehange.

Dan menurut beberapa sumber, gugusan batu serupa hanya ada di negeri Ratu Elizabeth yaitu Inggris. Artinya hanya ada dua gugusan batu Stonehange di dunia ini. Di Indonesia dan di Inggris.

Dalam pandangan Ahmad Dhafir, gugusan batu yang hanya ada dua di bumi ini akan menjadi potensi tersendiri bagi Kabupaten Bondowoso khususnya Desa Solor dan sekitarnya. 

Jika hal itu dapat dimaksimalkan dengan baik, bukan tidak mungkin, Stonehange yang ada di Solor juga akan menjadi jujugan wisata mancanegara. 

Lantas bagaimana memanfaatkan dan memaksimalkan potensi tersebut?. 

Menurut Dhafir, perlu ada penguatan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dalam pengelolaan wisata di lokasi tersebut. 

Namun yang perlu diperhatikan pula sarana air bersih di lokasi tersebut agar para wisma bisa lebih betah di lokasi wisata itu.

Dengan banyaknya wisma yang berkunjung ke tempat wisata Beto So'on diharapkan ada dampak yang diterima oleh desa antara lain retrebusi masuk wisata (jika nanti diberlakukan retrebusi masuk). Selain itu, dampak perputaran ekonomi di tempat tersebut juga akan dirasakan warga sekitar. 

"Kekreatifan warga setempat (warga Solor) dalam memanfaatkan kunjungan wisatawan ke tempat wisata Stonehange akan juga berdampak pada peningkatan ekonominya. Dengan menyediakan makanan minuman misalnya," tutur Dhafir, Sabtu (13/1/2018).

Pemanfaatan potensi-potensi inilah yang menurut Dhafir akan mampu memberikan dampak yang signifikan dalam rangka melepaskan Kabupaten Bondowoso dari status daerah tertinggal.

Saat ini, sebagai penunjang akses ke lokasi wisata, Pemerintah Kabupaten Bondowoso sudah membangun jalan sepanjang 10,5 KM dari dana DAK APBN. Dana tersebut merupakan perjuangan H. Ahmad Dhafir ke Pemerintah Pusat.

Tidak hanya itu, rupanya, dalam menggenjot Pendapatan Asli Desa (PADes), Desa Solor juga menerapkan retrebusi kepada truk yang mengangkut buah pisang di daerah tersebut. Besarannya seribu rupiah per satu tandan buah pisang.

"Kecil memang, tapi jika diakumulasi, misal saja dalam satu truk ada 100 tandan buah pisang dalam satu truk bisa 100 ribu rupiah masuk ke kas desa," ungkap Dhafir. 

Sebagaimana yang disampaikan Kepala Desa Solor, Supandi, kepada Ahmad Dhafir, bahwa warganya di tiga dusun, yaitu Dusun Kepek 1, Kepek 2 dan Beto Labeng sudah bisa menikmati air bersih yang dialirkan dari sumber mata air di pegunungan. Sarana air bersih tersebut didanai dari Dana Desa (DD).

Peruntukan DD untuk air bersih pun merupakan inisiasi Dhafir karena melihat warga Solor selama ini, ketika musim kemarau dilaporkan terjadi kekeringan dan butuh air. 

Reporter : Fauzi
Editor : Ach Fajar
ad
Berita Sebelumnya Achmad Fauzi Wabup Sumenep Minta Pelaksanaan DD-ADD 2018 Harus Mengutamakan Kepentingan Masyarakat
Berita Selanjutnya KPUD Mubar Gencar Gelar Sosialisasi Pemilu 

Komentar Anda