Portal Indonesia

Konsumen Apartemen Batakan Hills Merugi, PT Griya Telaga Mas Diombang-ambing Kebangkrutan

berita terkini
Sidang Perdana Agenda Rapat Pertama Kreditur Digelar di Pengadilan Negeri Surabaya
ad

SURABAYA, (portalindonesia.co.id) - PT Griya Telaga Mas (GTM), sebuah perusahaan pengembang Apartemen Batakan Hills yang berlokasi di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) diatas ombang-ambing kebangkrutan.

Diakui bahwa perusahaan pengembang itu dimohon Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) ke Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dari salah seorang konsumen atau pembeli Apartemen Batakan Hills bernama Dudi.

Sidang perdana permohonan PKPU yang diajukan pria warga Bandung ini beragendakan rapat pertama kreditur yang dihadiri oleh pihak pemohon, termohon dan pihak-pihak Bank yang membiayai pembangunan apartemen tersebut.

Dalam sidang rapat pertama kreditur ini adalah Faisal Miza, SH,. MH,. CRA,. CLA, dan Hendy Rizky Hasibuan, SH,. CLA, selaku Pengurus yang ditunjuk pihak pemohon membuka rapat dengan melakukan pengumpulan data-data. Selain itu, juga masih ada kemungkinan upaya perdamaian yang akan ditawarkan oleh pihak Debitor.

"Tiga tahun proyek pembangunan Apartemen ini mangkrak dan tidak ada kejelasan dari pihak Developer, karena itu kami ajukan permohonan pkpu agar klien kami mendapatkan kepastian hukum," kata Kuasa hukum Pemohon usai rapat kreditor, Selasa (13/3/2018).

Sementara itu, Dimas Aryo SH, MM selaku staff pengurus mengatakan alasan mangkraknya pembangunan apartemen itu dikarenakan adanya penghentian pengucuran dana dari pihak Bank.

"Saat ini pihak PT Griya Telaga Mas masih berupaya mencari investor untuk melanjutkan kembali pembangunan yang telah mangkrak selama tiga tahun dan hanya baru diselesaikan 50 persen," jelas Dimas saat dikonfirmasi usai rapat pertama kreditur.

Selain itu, pihak pengurua telah membuka Posko Pengaduan yang bertujuan untuk mengakomodir kepentingan para konsumen yang menjadi korban.

"Posko pengaduannya sudah kami buka, tujuannya mendata semua konsumen yang menjadi korban," akui Dimas.

Terpisah, Muhammad selaku kuasa hukum PT Griya Telaga Mas membenarkan proyek pembangunan Apartemen Batakan Hills itu menghentikan kegiatan pembangunannya di karenakan adanya peraturan baru dari OJK.

"Rencananya ada 300 unit kamar yang akan dibangun dan sebagian sudah terjual, ada yang membayar lunas dan ada yang belum lunas," ujarnya.

Reporter : Addy M.a.z
Editor : Ach Fajar
ad
Berita Sebelumnya Warga Porong Digerkan Penemuan Mayat Dipinggir Kali Brantas
Berita Selanjutnya Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Tahun 2018 Lebih Sedikit Dibandingkan Tahun 2017

Komentar Anda