Portal Indonesia

Henry J Gunawan Divonis 8 Bulan Percobaan, Suara Hakim Unggul Mukti Warso Nyaris Tak Terdengar

berita terkini
Hakim Unggul Mukti Warso saat pimpin sidang terdakwa Henry J Gunawan
ad

SURABAYA, (portalindonesia.co.id) - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang diketuai oleh Unggul Mukti Warso, menjatuhkan hukuman terhadap Bos Pasar Turi, Henry Jacosity Gunawan yang berlatar belakang lulusan Sekolah Dasar (SD) ini hanya divonis hukum percobaan.

Namun dalam persidangan pengusaha property, Henry Jacosity Gunawan, terdakwa kasus Penggelapan dan Penipuan yang digelar di ruang Cakra PN Surabaya, Senin (16/4/2018) pengunjung dibuat bingung dengan suara Hakim Unggul Mukti Warso, pasca membacakan amar putusan tersebut nyaris tidak terdengar. 

"Menjatuhkan pidana penjara selama 8 bulan dengan masa percobaan selama 1 tahun," kata Hakim Unggul dengan suara rendah saat sidang berlangsung.

Selain pengunjung serta petugas keamanan PN Surabaya yang berjaga, awak media saat melakukan peliputan sidang Bos PT Gala Bumi Perkasa (GBT) itu dibuat kebingungan. "Suaranya terlalu pelan," keluh salah seorang pengunjung kepada jurnalis Portalindonesia.co.id, Senin (16/4).

Menurut Hakim Unggul Mukti Warso, dalam perkara ini bahwa Terdakwa Henry Jacosity Gunawan alias Henry J Gunawan terbukti bersalah melakukan penggelapan sertifikat tanah yang dilaporkan Notaris Caroline C Kalempung. Kendati ditegaskan dalam isi amar putusan, tidak ada alasan pembenar dan alasan pemaaf yang dapat menghapus perbuatan pidana Terdakwa Henry J Gunawan.

"Sehingga terdakwa Henry Jacosity Gunawan haruslah dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana penggelapan," lanjut Hakim Unggul.

Meskipun perbuatannya (Henry J Gunawan) terbukti pada Pasal 372 KUHP, putusan Majelis Hakim yang diketuai Unggul itu justru tak kembali menjebloskan terdakwa Henry Jacosity Gunawan ke Rutan Negara lagi.

Sebelum menjatuhkan vonis, Hakim Unggul Mukti Warso membacakan pertimbangan hukumnya yang menyatakan tidak sependapat dengan pembelaan tim penasehat hukum Terdakwa Henry Jacosity Gunawan.

Pada pertimbangan itu, Hakim Unggul Mukti Warso menyatakan laporan Notaris Caroline C Kalempung benar adanya dan menyatakan keterangan saksi dua petinggi PT Gala Bumi Perkasa (PT GBP), yakni Raja Sirait dan Yuli Ekawati tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. 

"Keterangan Mantan Dirut PT Gala Bumi Perkasa (GBP), Raja Sirait dan Staf Legal PT GBP, Yuli Eka Wati tidak berdasar," pungkas Hakim Unggul saat membacakan pertimbangan hukum pada amar putusannya. 

Selain membenarkan laporan Notaris Caroline, Hakim Unggul juga membenarkan keabsahan transaksi jual beli dua objek tanah yang dilakukan antara terdakwa Henry Jacosity Gunawan dengan Hermanto. 

"Saksi Hermanto sudah membayar lunas dan diterima oleh terdakwa Henry Jacosity Gunawan senilai 4,5 milliar rupiah untuk tanah di Claket Malang dan 500 juta rupiah untuk pembayaran objek di Jalan Teuku Umar Surabaya," ujar Hakim Unggul. 

Atas putusan tersebut, pihak terdakwa Henry Jacosity Gunawan melaui tim kuasa hukumnya menyatakan pikir-pikir. "Kami juga pikir pikir," ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso saat menjawab pertanyaan hakim Unggul. 

Vonis hakim Unggul Mukti Warso ini jauh lebih rendah dari surat tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso dari Kejari Surabaya, yang menuntut terdakwa Henry Jacosity Gunawan dengan hukuman 4 tahun penjara dengan perintah penahanan.

Terpisah, Siddik Latuconsina selaku tim penasehat hukum terdakwa Henry Jacosity Gunawan mengaku kecewa atas putusan hakim Unggul Mukti Warso. "Putusan mejelis hakim ini ngambang," singkat Siddik usai persidangan.  

Dari pantauan dipersidangan, terdakwa Henry Jacosity Gunawan terlihat tegang. Dia berkali-kali menggelengkan kepala dan memandang tim penasehat hukumnya saat Hakim Unggul Mukti Warso membacakan pertimbangan hukumnya. 

Tak hanya itu, terdakwa Henry Jacosity Gunawan juga langsung ngacir meninggalkan ruang sidang tanpa ada sepatah kata pada awak media. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Kasus pidana ini bermula dari jual beli tanah antara terdakwa Henry Jacosity Gunawan dengan Hermanto, Klien dari Notaris Caroline C Kalempung. Tanah yang dijual belikan itu berada di Claket, Malang Jawa Timur seharga Rp 4,5 miliar dan objek lain di Jalan Teuku Umar Surabaya senilai Rp 500 juta. 

Selanjutnya sertifikat tanah di Claket Malang tersebut dipinjam terdakwa Henry di Notaris Caroline C Kalempung guna perpanjangan SHGB. Ironisnya, sertifikat itu tak kunjung dikembalikan dan oleh terdakwa Henry, tanah yang sudah dibayar lunas oleh Hermanto itu justru dijual lagi ke orang lain dengan harga yang lebih tinggi yakni Rp 10,5 miliar.

Reporter : Addy M.a.z
Editor : Ach Fajar
ad
Berita Sebelumnya Kepala Desa Kertasada Ditahan Kejari Sumenep
Berita Selanjutnya Ditinggal Pergi Pemiliknya, Rumah Warga Widoro Payung Situbondo Ludes Dilalap Api 

Komentar Anda