Portal Indonesia
ad

Soal Situs Bersejarah, Kapolsek Jangkar Situbondo Tindaklanjuti Laporan Warga

berita terkini
Polisi bersama warga mendatangi tempat yang diduga situs bersejarah
ad

SITUBONDO, (portalindonesia.co.id)- Kapolsek Jangkar Iptu Pramana, Situbondo, Jawa Timur, menindaklanjuti laporan warga soal temuan dugaan situs bersejarah di wilayah kerjanya, Rabu (2/5/2018) sore. Namun pihaknya masih meragukan kecagarbudayaan temuan tersebut.

"Kita belum bisa memastikan ini cagar budaya atau tidak. Tentu menunggu penelitian arkeolog.Yang pasti batanya berbeda dengan yang bata yang lain. Paling tidak ini jangan diapa-apakan dulu," ujarnya.

Pantauan portalindonesia.co.id di lokasi,
puluhan massa berduyun-duyun mendatangi area diduga situs bersejarah yang terletak di Pedukuhan Bhanyakan, Kampung Pasar Nangka, Desa/Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo. Temuan ini berupa gundukan tanah di pematang sawah dengan panjang kurang lebih 30 meter dan lebar kurang lebih 2 meter. 

Di atas tanah tersebut terdapat pecahan bata merah dengan dimensi lebar 15-17 cm. Ada juga bongkahan yang terstruktur. Beberapa temuan lain berupa relief sulur , namun terpotong sebagian.

Iwenk Lametan, aktivis Relawan Budaya Balumbung mengatakan bahwa temuan itu berawal dari penelusuran Komunitas Dewantara (Dewan Wali Adat Budaya Nusantara) akhir pekan lalu.

"Tumpukan bata di pematang sawah itu, kemudian kami identifikasi. Dugaan sementara ini berasal dari masa klasik Hindu-Budha. Ya, semacam tempat pemujaan. Sementara titik koordinat situs ini berdasar katografi kuno tahun 1500-an ke atas adalah bekas kota Sidapurna. Dalam kartografi yang lebih lama , ini adalah wilayah Balumbung," jelas Iwenk.

Apakah itu candi? Hari Mulyoto dari Dewantara menyebut hal itu mungkin. Namun perlu ada temuan lainnya yang memperkuat dugaan itu.

"Yang pasti kami buat laporan secara tertulis dulu ke BPCB Jatim. Dan sembari menunggu, kami meminta masyarakat setempat bersabar untuk tidak melakukan penggalian, karena itu tugas arkeolog yang berkompeten," katanya.

Warga setempat, Tolak  (50) menyebutkan bahwa sejak kecil lokasi tersebut menyimpan cerita mistis.

"Dulu batanya tinggi. Kata orang-orang itu tempatnya raja. Saya gak tahu.Cuma tahunya sering ada bunyi aneh di malam tertentu kayak tabbhuan (pertunjukan kesenian rakyat,red)," tuturnya.

Reporter : Sarwo Edy
Editor : Ach Fajar
ad
Berita Sebelumnya Mulai Disidang Besok di PN Surabaya, Anak Pemilik Liek Motor Dijerat Pasal Berlapis
Berita Selanjutnya Perjanjian MoU Antara BPN Dan Polda Jatim Di Hotel Wyndham Surabaya

Komentar Anda