Portal Indonesia
ad

Kampanye Spanduk Hitam Serang Kubu Khofifah-Emil 

berita terkini
Keterangan: Spanduk peninggalan jungkit Paslon Khofifah-Emil.
ad

SURABAYA, (portalindonesia.co.id) - Spanduk bertuliskan "Fatwa Untuk Rakyat Jatim, Tidak Memilih Khofifah-Emil Khianati Allah SWT dan Rasul-Nya" yang bermunculan di beberapa tempat dan membuat geger. 

Juru Bicara Calon Gubernur Jawa Timur Nomor Urut 1 Khofifah-Emil, Gus Hans menyebut upaya tersebut sebagai kampanye hitam (kampanye hitam-red) guna mengadu domba para kyai. 

"Itu spanduk gelap. Saya yakin tidak ada tulisan relawan atau simpatisan Khofifah-Emil yang membuat spanduk tersebut. Ini upaya adu domba kyai," ungkap Gus Hans di Surabaya, Minggu (10/6). 

Gus Hans mengungkapkan, selama tahapan Pilgub Jatim 2018, Khofifah-Emil kerap diberondong dengan kampanye hitam yang menyudutkan dirinya. Teknologi melalui media sosial meme dan berita palsu. 

Gus Hans menolak menuding kubu sebelah (Gus Ipul-Puti, red) menjadi dalang kampanye hitam tersebut. Karena menurutnya, bisa jadi yang membuat kampanye hitam adalah pihak yang tidak bertanggung jawab dan ingin Pilgub Jawa Timur menjadi kacau, rusuh, dan tidak demokratis.

"Kami tidak menuding siapa pun. Kami sadar betul dalam setiap proses demokrasi, tidak ada serangan-jawab tidak bertanggung jawab. Sangat mungkin yang membuat itu bukan bagian dari kompetitor atau relawan," imbuh Pengasuh Ratu Al-Azhar PP Darul Ulum, Jombang tersebut. 

Oleh umum, Ia menghimbau kepada seluruh pendukung, relawan, simpatisan, dan tim sukses untuk bertahan dan tidak terprovokasi yang membuat Jawa Timur tidak kondusif. 

"Saya berharap semua orang tidak mudah terpancing isu-isu negatif yang terkait dengan masyarakat, dan dapat menyebabkan proses demokrasi yang tengah berlangsung di Jawa Timur ini," katanya. 

Namun demikian, Gus Hans menyayangkan beredarnya spanduk gelap tersebut karena sangat menyudutkan Paslon Khofifah-Emil. Terlebih menurutnya, aksi tersebut dilakukan di tengah bulan Puasa. 

"Hanya karena ambisi politik, seseorang sampai menghalalkan berbagai cara. Makan mengotori Ramadhan dengan aksi-aksi seperti itu," tambahnya. 

Menurut Gus Hans, selayaknya momen Ramadhan untuk ber-muhasabah dan bercermin diri, tidak sebatas melakukan tindakan yang mencederai bulan suci ini dengan mengeluarkan hoaks (berita bohong) dan ber ghibah. 

"Harusnya Ramadhan mempengaruhi kualitas berpolitik kita. Saya yakin masyarakat saat ini sudah lebih cerdas memilih mana yang ingin mengejar dan mana yang benar-benar ingin mengabdikan diri," tuturnya. 

Namun demikian, Gus Hans melihat hikmah dibalik aksi kampanye hitam tersebut. Dimana seluruh pendukung, relawan, simpatisan, dan tim sukses Khofifah Emil di seluruh Kabupaten / Kota di Jawa Timur semakin solid. 

"Semua tidak semakin solid untuk memenangkan paslon 1, karena mana mungkin mereka rela Jatim dipimpin oleh pemimpin yang didukung oleh orang orang yang berlaku keji seperti ini," pungkasnya.

Reporter : Muh Nurcholis
Editor : Ach Fajar
ad
Berita Sebelumnya Komunitas Ninja Pamekasan, Bagi Ta'jil Gratis Pada Pengguna Jalan
Berita Selanjutnya Legislator Muda Demokrat Berharap Pelajar Magetan Terus Bersemangat Belajar

Komentar Anda