Portal Indonesia

Di Jember, Ribuan Orang Lari Pakai Sarung dan Hijab

berita terkini
Di Jember, Ribuan Orang Lari Pakai Sarung dan Hijab
ad

JEMBER, (portalindonesia.co.id)- Dalam suatu kompetisi lomba lari, biasanya para peserta menggunakan celana pendek atau celana panjang saat berlari. Namun di Jember, kompetisi lomba lari malah menggunakan sarung dan hijab. Bahkan sempat dikira, ribuan orang itu akan ikut tabligh akbar dan pengajian.

Di garis start kawasan Perumahan Istana Kaliwates Jalan Lumba-Lumba, Kecamatan Kaliwates, ribuan orang telah bersiap untuk berlari. Kompetisi lomba lari itu bernama ‘Sarung dan Hijab Fun Run 5K’ yang digelar Polres Jember.

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo menyampaikan, kompetisi lomba tersebut merupakan rangkaian acara peringatan Hari Bhayangkara ke-72 yang digelar oleh Polres Jember. Dimana sebelumnya juga telah terlaksana lomba bertinju dengan mata tertutup.

“Pagi ini, kami menggelar Sarung dan Hijab Fun Run 5K sebagai rangkaian acara, peringatan Hari Bhayangkara ke-72. Tujuannya, mengakomodir para santri dan santriwati yang ingin mengikuti kompetisi lomba lari, namun terkendala penggunaan pakaian (standar pelari), yang biasanya menggunakan celana pendek,” kata Kusworo kepada sejumlah media, Minggu pagi (8/7).

Lanjut Kusworo, atensi masyarakat luas, khususnya di Kabupaten Jember, sangat baik. “Hal itu terbukti dari jumlah peserta yang ikut, ada 2500 orang, dari 600 pondok pesantren di Jember. Selain itu juga, menunjukkan bahwa Jember dengan ikon sebagai kota santri, juga punya kompetisi lomba yang unik, yakni berlari dengan menggunakan sarung dan hijab ini,” ungkapnya.

Untuk garis start ada di kawasan Perumahan Kaliwates Jalan Lumba-Lumba, Kecamatan Kaliwates. Kemudian dilanjutkan dengan berlari sejauh 5 kilometer menuju garis finis di Camping Ground Taman Botani Sukorambi.

Lebih jauh Kusworo menyampaikan, komptesi lomba lari tersebut, selain dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-72, juga sebagai bentuk kampanye untuk menyambut Asian Games yang akan digelar pada Bulan Agustus mendatang.

“Kami juga menggelorakan Asian Games 2018, dan turut mendoakan kelancaran kompetisi lomba olahraga yang diikuti negara-negara se Asia Tenggara itu, bulan Agustus mendatang di Jakarta. Kemudian secara tersirat juga kita sampaikan, bahwa kita tidak takut terhadap teroris, dan menolak Paham Radikalisme,” tandasnya.

Sementara itu, Febrian Kahar Inisiator dari gelaran kompetisi lomba lari ‘Sarung dan Hijab Fun Run 5K’ itu menyampaikan, sengaja pihaknya menginisiasi gelaran lomba unik tersebut, sebagai upaya untuk meramaikan Hari Bhayangkara ke-72.

“Kita ingin Jember makin ramai, dengan variasi wisatanya yang semakin banyak. Terlebih lagi dari data, ada 600 pondok pesantren di Jember (sebagai ikon kota santri). Sehingga diadakannya gelaran acara ini,” kata Febrian.

Sehingga nantinya pada tahun-tahun mendatang, lanjut owner dari Taman Botani Sukorambi ini, juga akan digelar acara yang sama, dan rutin setiap tahun. “Selain itu juga akan ada lagi hal-hal wisata baru, yang akan semakin menonjolkan sisi unik dari kota Jember ini,” tandasnya.

Salah satu peserta lari yang berasal dari Thailand, Muhammad Syarif (18) menyampaikan, lomba lari yang diikuti olehnya itu, sangat unik dan baru pertama kali diikutinya.

“Di negara saya, bahkan di negara-negara manapun, tidak ada lomba lari dengan menggunakan sarung, biasanya menggunakan celana panjang. Sarung saja, di negara saya tidak ada. Ini sangat unik, dan hal baru yang menarik untuk diikuti,” kata seorang santri yang sudah setahun belajar di Pondok Nuris itu.

Reporter : Hidayat
Editor : Ach Fajar
ad
Berita Sebelumnya Pengurus APKASI Bertemu Presiden Jokowi di Istana Bogor, Begini Hasilnya
Berita Selanjutnya Ditinggal Pergi Pemiliknya, Rumah Warga Widoro Payung Situbondo Ludes Dilalap Api 

Komentar Anda