Portal Indonesia
ad

Pertanyakan Penyambutan Api Obor Asian Games di Situbondo, Postingan Facebook Arief Ramai Diberitakan

berita terkini
Postingan Akun Facebook Arief
ad

SITUBONDO, (portalindonesia.co.id)- Pemerintah kabupaten (Pemkab) Situbondo, Jawa Timur, bersama PT. KAI baru saja menggelar acara penyambutan team pembawa api obor Asean Games pada Sabtu, (21/7/18). 

Acara yang berpusat di alun-alun kabupaten Situbondo itu dimeriahkan dengan penampilan musik dangdut dengan artis penyanyi dan musisi dari luar kota.

Menanggapi acara tersebut, Arief Java selaku penggiat seni mempertanyakan peran pemerintah Situbondo selaku tuan rumah yang mengabaikan potensi lokal Situbondo sendiri. Respon yang ditulis Arief di akun Facebooknya pada Sabtu, (21/7/18) tersebut akhirnya menjadi bahan pemberitaan. Selain media, respon juga datang dari para Netizen yang mengamini postingan Arief tersebut.

Dihubungi portalindonesia.co.id. Arief membenarkan bahwa dirinya menulis di media sosial karena merasa kecewa kepada pihak penyelenggara acara, khususnya Pemkab Situbondo.

"Saya kecewa, kenapa semua artis dan musisinya harus dari luar. Kita juga punya talent yang tak kalah hebat. Kalaupun mau ngundang ya satu aja sebagai bintang tamu, selebihnya kasih kesempatan pada talent lokal," terang Arief Senin (22/07/2018).

Lebih lanjut Arief menegaskan,, Situbondo, khususnya dinas pariwisata kan punya program 2019 sebagai tahun kunjungan wisata. 

"Tapi kok malah mengabaikan potensi yang ada. Sayang sekali. Semoga kedepannya tak terjadi lagi kejadian semacam ini agar Situbondo juga dikenal memiliki potensi dibidang seni," ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah via WhatsApp, Jefri selaku Sekum Dewan Kesenian Situbondo (DKS) mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi adanya kritik konstruktif dari sesama peggiat seni di Situbondo.

"Terimakasih untuk apresiasi kawan-kawan semuanya. Kami melihat ini bentuk kecintaan dan kepedulian terhadap Situbondo. Dan kami terima kritik konstruktifnya serta menjadikan kasus ini sebagai bentuk kekhilafan kami yang tidak bisa tercover," ujar Jefri.

Jefri juga menambahkan bahwa memberdayakan potensi seni dan seniman lokal adalah bagian dari misi DKS yang diaplikasikan dalam bentuk kegiatan seperti program cipta lagu Situbondoan, penggarapan pakaian khas dan tari Situbondo, serta secara reguler menyelenggarakan Panggung Seni Terbuka (PST) tiap malam minggu di alun-alun. 

"Karena itu dalam hal ini tidak mungkin DKS menggembosi sesuatu yang menjadi misinya sendiri," tuturnya.

Sementara itu upaya menghubungi Sofwan Hadi selaku Kadis Pariwisata Situbondo belum mendapat tanggapan hingga berita ini diturunkan.

Reporter : Imam Fadli
Editor : Ach Fajar
ad
Berita Sebelumnya Di Hari Keluarga Nasional, Kodim 0708 Purworejo Akan Menggelar Pengobatan Gratis
Berita Selanjutnya Polisi Ternyata Bisa Jadi Seniman Reyog Ponorogo

Komentar Anda