Portal Indonesia
ad

Sebelas Kecamatan di Pamekasan Masuk Peta Rawan Kekeringan

berita terkini
Sebuah mobil penyuplai air bersih saat ngirim ke desa yang mengalami kekeringan
ad

PAMEKASAN, (portalindonesia.co.id)- Pada musim kemarau tahun 2018 ini, dari sebanyak 13 kecamtan di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Tumur, sedikitnya ada 11 Kecamatan yang mengalami rawan terdampak bencana kekeringan. Kamis (13/09/2018).

Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, Akmalul Firdaus, mengatakan, dari 11 Kecamatan yang paling parah terdampak bencana kekeringan di wilayah pantura, yakni terdapat di Wilayah Kecamatan Batu Marmar, Pasean, Waru dan Kecamatan Pegantenan.

Menurutnya, di 4 Kecamatan itulah, merupakan daerah Zona Merah yang perlu penanganan secara khusus.

"Secara geografis, di 4 kecamatan itu memang daerah yang paling serius terdampak kekeringan dan yang paling Urgen untuk ditangani," kata Akmalul Firdaus, kepala BPBD Pamekasan saat dokonfirmasi via WhatsApp.

Ia menegaskan, Data sebanyak 11 daerah yang rawan bencana kekeringan itu merupakan hasil rekapan  data yang di imput dari pendataan yang dilakukan oleh pihaknya dengan cara survie ke lokasi setiap wilayah di 13 Kecamatan yang ada di Kabupaten Pamekasan melalui kerjasama dengan setiap Camat setempat. Kecuali dua kecamatan yang tidak terdampak, yakni Kecamatan Kota dan Kecamatan Galis.

" Tidak semya wilayah Kecamatan terdampak kekeringan, di Pamekasan ini hanya ada 11 kecamatan yang terdampak," tegasnya singkat.

Ke 11 Kecamatan yang terdampak kekeringan itu, menurutnya saat ini telah diterbitkan Surat Keputusan (SK) tentang daerah kering dengan dilampirkan jumlah desa terdampak kekeringan dan surat edaran dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) oleh Penjabat Bupati (Pj) Bupati Pamekasan, Fattah Jasin.

“Gambaran kekeringan tidak beda jauh dari tahun sebelumnya, ada 310 dusun di 80 desa,” Imbuhnya.

Dikatakan, SK penetapan daerah kering itu sebagai payung hukum dalam mendistribusikan air kepada masyarakat dan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

 

Reporter : Muh.Mu'is
Editor : Ach Fajar
ad
Berita Sebelumnya Bos Henry J Gunawan "Merengek" Minta Bebas Soal Kasus Pasar Turi
Berita Selanjutnya HMI Cabang Pamekasan Gelar Aksi Kartu Merah Untuk Presiden Jokowi

Komentar Anda