Portal Indonesia
ad

Eksepsi Henry Ditolak, Sidang Kongsi Pasar Turi Lanjut Ke Pembuktian

berita terkini
Terdakwa Henry Jocosity Gunawan Saat Diadili di PN Surabaya
ad

SURABAYA, (portalindonesia.co.id) - Henry Jocosity Gunawan, Bos Gala Bumi Perkasa (GBP) yang terjerat dalam kasus tipu gelap terhadap tiga pengusaha asal Surabaya yang juga sebagai kongsi pembangunan Pasar Turi Baru tiba-tiba lemas. Pasalnya, Ketua Majelis Hakim Anne Rusiana, SH., MH., menolak Eksepsi yang telah diajukan melalui tim penasehat hukumnya.

Penolakan dituangkan dalam amar putusan sela yang dibacakan Majelis Hakim Anne Rusiana, SH., MH., pada persidangan di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (20/9/2018). Hakim Anne menolak dalil eksepsi tim pembela hukum terdakwa HJG yang menyebutk surat dakwaan Jaksa Error In Procedure.

Alasan Hakim Anne menolak dikarenakan tidak masuk dalam ruang lingkup Eksepsi. Menurutnya, bahwa surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah cermat, jelas dan tepat, karena telah menyebutkan secara rinci unsur-unsur tindak pidana yang didakwakan, sebagaimana diatur dalam Pasal 143 KUHAP.

“Sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan materi pokok perkara,” kata Hakim Anne Rusiana usai membacakan putusan selanya.
 
Hakim Anne Rusiana meminta agar persidangan pemeriksaan pokok perkara digelar seminggu dua kali.

“Kita agendakan sidangnya Senin dan Kamis, Jaksa silahkan hadirkan para saksi-saksi ke persidangan,” terang Hakim Anne Rusiana yang diamini Jaksa Darwis dan Harawaedi dengan mengucapkan kata siap.

Untuk diketahui, kasus ini dilaporkan oleh tiga pengusaha asal Surabaya, yakni Shindo Sumidomo alias Heng Kok Soei alias Asoei, Teguh Kinarto dan Widji Nurhadi.

Tiga pengusaha itu disebut sebagai korban terdakwa Henry dalam pembangunan Pasar Turi pasca terbakar. Dimana saat itu terdakwa Henry meminta sokongan dana pada korban melalui PT Graha Nandi Sampoerna (GNS) milik ketiganya.

Saat meminta sokongan dana untuk pembangunan Pasar Turi Baru tersebut, Henry mengklaim sebagai pemenang tender dari Pemkot Surabaya dan pemilik PT Gala Bumi Perkasa (GBP), serta menjanjikan keuntungan dan memberikan saham pada para korban dengan nilai pengembalian sebesar Rp.240.975.000.000 dari modal yang diberikan para korban sebesar Rp 68 miliar dan pada saat di depan notaris Atika Ashiblie SH 6 juli 2010, HJG yang mengaku sebagai pemegang saham PT.GBP, menegaskan akan memberikan saham PT GBP kepada PT GNS. Serta pada tanggal 13 September 2013 dalam sebuah notulen kesepakatan, HJG juga berjanji akan menyelesaikan seluruh kewajibannya ke PT. Graha Nandi Sampoerna sebesar 240,875 miliar dan akan memberikan gudang sebanyak 57 unit dengan harga per unit 2.1 miliar sehingga harga total 119,970 miliar dan 787,5 juta berupa bilyet giro dan uang sebesar 120,487 miliar dalam bentuk bilyet giro.

Kenyataannya Henry Jocosity Gunawan pada saat itu bukanlah pemegang saham dan saham yg dijanjikan itu tidak pernah ada serta PT Graha Nandi Sampoerna tidak pernah dimasukkan sebagai pemegang saham di PT GBP. Gudang yang dijanjikan pun sampai saat ini tidak pernah dibangun dan lokasinya pun tidak jelas.

 

Reporter : Addy M.a.z
Editor : Abdul Hakim
ad
Berita Sebelumnya Bantah Tipu Pedagang Pasar Turi, Henry J Gunawan Malah Pakai Tangan Hakim Kembalikan Hasil Penipuan 
Berita Selanjutnya Perjanjian MoU Antara BPN Dan Polda Jatim Di Hotel Wyndham Surabaya

Komentar Anda