Portal Indonesia
ad

Kata 'Penggunaan Ganja Dengan Cara'? Dalam Soal Materi UTS SD di Purworejo Disorot Wali Murid

berita terkini
Salah Satu Materi Soal UTS SD Di Purworejo Yang Dinilat Tidak Mendidik
ad

PURWOREJO, (portalindonesia.co.id) - Materi soal Ujian Tengah Semester (UTS) Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019 bidang pelajaran Pendidiksn Jasmani dan Olahraga Kesehatan (Penjasorkes) untuk siswa kelas VI (enam) SD di Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah disorot sejumlah orang tua/wali murid. 

Salah satu pertanyaan pada materi soal UTS yang telah dilakasanakan Senin (17/9/2018) itu oleh sejumlah orang tua/wali murid dinilai sangat tidak mendidik dan dapat menimbulkan dampak keresahan. 

Seorang wali murid, Siswanto menceritakan, ketika ingin mengetahui hasil UTS yang telah dibawa pulang anaknya ke rumah, salah satu pertanyaan pada pada nomor 30 cukup aneh dan dinilai sangat tidak mendidik. 

"Ketika hasil UTS anak saya baca satu per satu, dari total 35 soal pilihan ganda di materi soal UTS mata pelajaran Penjasorkes untuk kelas VI SD, bentuk pertanyaan pada nomor 30 itu berbunyi 'Penggunaan ganja dengan cara?' Pertanyaan ini kan cukup aneh dan saya rasa sangat tidak mendidik siswa," ungkap Siswanto, Jumat (5/10/2018) 

Siswanto menganggap, materi soal yang diujikan pada nomor 30 di UTS Ganjil tersebut dapat memiliki makna sebagai bentuk arahan kepada siswa untuk menggunakan ganja. "Jadi hal itu harus diluruskan dan pihak yang membuat soal perlu klarifikasi, apa maksud dan tujuan membuat soal seperti itu," tandasnya. 

Hal senada juga diungkapkan Agus. Ia berpendapat bahwa materi pada salah satu soal pilihan ganda itu mengajak generasi penerus bangsa untuk menggunakan ganja. 

"Generasi muda bisa rusak jika ada yang mengarahkan cara untuk menghisap ganja," ungkap wali murid itu dengan nada jengkel. 

Agus menambahkan, sebelum materi soal UTS seperti itu bisa sampai ke siswa, seharusnya ada penyaringan dan koreksi. "Sehingga soal yang diujikan benar-benar layak untuk siswa," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Yayasan Adil Indonesia sekaligus Ketua Komnas Perlindungan Anak Kabupaten Purworejo, Yunus SH menilai bentuk keresahan pada sejumlah orang tua/wali murid SD terkait materi soal UTS mata pelajaran Penjasorkes untuk kelas VI SD tersebut, harus disikapi dan tindak lanjuti oleh pemerintah/dinas terkait. 

"Sebab bahaya peyalahgunaan narkoba saat ini menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Apalagi peyalahgunaan narkoba sudah mulai menjalar pada anak-anak sampai ke tingkat pedesaan," ungkapnya. 

Lebih jauh, Yunus mengatakan, peran orang tua dan guru di sekolah punya andil yang sangat besar, namun tentunya harus disesuaikan dengan penalaran pada usia anak terlebih pada usia 7 -12 tahun. "Karena pada fase ini, otak anak memiliki daya ingat yang cukup peka. Bahkan, di rentang usia tersebut otak anak masih murni dan mudah terpengaruh," jelasnya. 

Menurut Yunus, pengenalan bahaya Narkoba terhadap anak, harus disampaikan dengan hati hati, terlebih lagi jika dikenalkan pada anak usia 12 tahun ke bawah. 

"Akan lebih baik dikenalkan dan ditekan kan pada pengaruh buruk atau bahaya penggunaan Narkoba. Pada usia anak seperti itu, belum perlu sampai pada taraf cara cara penggunaanya," paparnya.

Lebih jauh, Yunus mengatakan, dengan adanya penekanan bentuk pertanyaan cara penggunaan ganja yang terdapat pada soal UTS tingkat SD tersebut, memang dirasa kurang pas dan semestinya lebih ditekankan pada pertayaan pengaruh buruk dan bahayanya atau hal-hal yang dominan dengan efek pengaruh masa depan anak. 

"Sehingga memori otak anak akan merekam hal hal buruk terhadap bahaya narkoba saja," tukasnya. 

Selain itu, pada fase perkembangan anak menjadi remaja akan lebih nalar apabila diberi pemahaman mengenai cara-cara penggunaan narkoba.

"Artinya jika anak itu sudah pada usia remaja, tidak cenderung untuk mempraktekkan karena sejak dini sudah diberi pemahaman tentang bahaya ganja dan obat-obatan terlarang lainnya," pungkasnya. 

Reporter : Fauzi
Editor : Abdul Hakim
ad
Berita Sebelumnya Aliansi BEM Sampang Galang Dana Untuk Korban Gempa dan Tsunami di Sulteng
Berita Selanjutnya Pelaku Asusila Resahkan Warga, Digelandang ke Mapolres Situbondo 

Komentar Anda