Portal Indonesia
ad

Fenomena Tanah Bergerak di Purworejo, Belasan Rumah Rusak 

berita terkini
Fenomena tanah bergerak di Desa Puspo, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo
ad

PURWOREJO, (portalindonesia.co.id) - Belasan rumah di Desa Puspo, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, rusak akibat dampak fenomena tanah bergerak yang melanda daerah tersebut. 

Pantauan portalindonesia di lapangan, fenomena tersebut menyebabkan kerusakan pada lantai dan dinding rumah retak, bahkan beberapa rumah terlihat miring karena pondasinya ikut bergeser. 

Salah seorang warga desa setempat dari  Dukuh Surodadi RT 07, RW 03, Khoirul Anam (32) menuturkan, akibat dari dampak tanah bergerak, rumah berukuran 8 x 11 meter yang selama ini ditempatinya terlihat miring dengan kondisi pintu depan rumah selalu menggesek lantai setiap kali dibuka serta bagian mulai lantai, teras, ruang tengah, dapur hingga menjalar ke dinding mengalani retakan. 

"Meski rumah di bagian atap dan tembok teras sudah tampak miring dan mengalami kerusakan disejumlah bagian rumah, saya masih tetap bertahan. Selain itu, beberapa bagian yang mengalami retakan sudah saya tambal pakai semen," ungkapnya, Jumat (26/10/2018). 

Penampakan rumah miring dengan beberapa bagian rumah rusak juga dialami warga lainnya, Mamiyah (42). Ia menuturkan rumah ukuran 8 x 9 meter miliknya rusak dan juga miring dan pada bagian lantai mulai dari teras, ruang tengah, dapur hingga menjalar ke dinding mengalami retakan. 

"Waktu itu saya pas pergi, pulang-pulang sudah retak gitu dari teras depan sampai belakang dapur, tembok juga. Terus ini rumahnya kan jadi miring ke barat. Takutnya nanti kalau pas musim hujan tambah retak lagi," ungkapnya. 

Sejak menerima laporan, bahwa di Desa Puspo terjadi fenomena tanah bergerak, Tim BPBD Kabupaten Purworejo, TNI, Polri, bersama instansi terkait dan para relawan, terus memantau fenomena gerakan tanah untuk meminimalisir dampak dan korban. 

"Alhamdulillah tidak ada korban. Namun ada belasan rumah yang rusak yakni di Dusun Sejati dan Surodadi dan puluhan rumah lain juga terancam. Kami masih pantau terus perkembangannya," ungkap Salman selaku petugas mitigasi BPBD Purworejo. 

Menurut Salman, penyebab pergerakan tanah tersebut belum diketahui secara pasti. Namun dugaan sementara karena struktur tanah yang sudah sangat tua dan lembek. Formasi bebatuan yang menjadi satu dengan formasi Wonosobo juga diduga sudah lapuk. Sehingga apabila rekahan masih terus berlanjut, warga diharap untuk segera melaporkan secepatnya kepada pemerintah desa atau ke BPBD langsung sehingga segera ada tindak lanjut penanganan. 

"Kami mengimbau warga untuk segera menutup rekahan tanah sebelum musim hujan tiba sehingga air tidak masuk ke dalam tanah yang terbuka dan apabila retakan menjadi bertambah parah serta terjadi hujan deras berturut turut selama satu jam lebih, diharapkan warga segera mengungsi ke lokasi yang aman," bebernya. 

 

Reporter : Fauzi
Editor : Abdul Hakim
ad
Berita Sebelumnya Tingkatkan Silaturahmi, TNI dan Polisi di Purworejo Adakan Senam Bersama 
Berita Selanjutnya Baru Pertama Kali Digelar di Sumenep, Event Kejurda Slalom Sedot Ribuan Warga 

Komentar Anda