Portal Indonesia
ad

Hilangnya Besi Pipa Saluran Air Bersih Program Bantuan Tahun 1980, Disorot Sejumlah Kalangan di Situbondo

berita terkini
saat besi pipa saluran air bersih masih berada di pinggir jalan di Dusun Binong, Desa Plalangan
ad

SITUBONDO, (portalindonesia.co.id) - Besi pipa saluran air bersih bantuan pemerintah pada tahun 1980-an lewat program perpipaan air bersih di Desa Plalangan, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, diketahui banyak yang hilang. Hilangnya besi pipa saluran air ini dipertanyakan sejumlah kalangan terutama warga setempat. 

Seorang warga Desa Plalangan, Eko Bambang Sutrisno (41) menuturkan, besi pipa yang sudah lama tidak difungsikan dan telah hilang itu, dulunya dimanfaatkan untuk mengalirkan air bersih dari sumber mata air yang berada di perbatasan antara Desa Plalalangan dan Tlogosari dengan melewati Dusun Binong dan Dusun Krajan, Desa Plalangan. 

"Besi pipa saluran air bersih yang ada desa kami itu merupakan bantuan pemerintah pada tahun 1980-an lewat program perpipaan air bersih yang tujuannya saat itu untuk membantu masyarakat agar tidak kesulitan memperoleh air bersih, seperti untuk masak, mandi dan cuci," ujar Eko, Senin (5/11/2018). 

Menurut Eko, besi saluran air bersih yang sudah lama tidak difungsikan dan termasuk asset negara itu, telah hilang beberapa hari lalu. "Besi pipa saluran air bersih itu menurut saya termasuk asset negara yang tidak mudah untuk diperjual belikan," tandasnya. 

Lebih jauh, Eko mengatakan, setelah melakukan penelusuran terhadap hilangnya besi pipa saluran air bersih, diketahui besi pipa tersebut akan dijual dan hasilnya diduga akan difungsikan untuk pembangunan sebuah tempat ibadah di Dusun Binong, Desa Plalangan. 

"Sebelum besi pipa itu dijual, saya sudah memberikan masukan kepada beberapa warga setempat, bahwa asset negara itu tidak mudah untuk diperjual belikan dan ada prosedur yang harus dilalui," ucap Eko. 

Eko mengungkapkan, setelah beberapa hari kemudian, besi pipa saluran air bersih itu ternyata telah dijual dan sebelum dijual, warga di Dusun Binong telah melakukan musyawarah dengan mengundang kepala desa dan muspika setempat. 

"Meski pertimbangannya atas dasar daripada besi pipa itu tidak difungsikan lebih baik digunakan untuk membangun tempat ibadah, tapi apakah dari pemerintah kabupaten khusususnya dinas atau instansi terkait sudah memberikan izin atas penjualan asset negara tersebut," papar Eko. 

Disebutkan, besi pipa saluran air bersih yang diduga sudah dijual itu jumlahnya sebanyak puluhan lonjor (buah). "Ada puluhan lonjor besi pipa yang diduga telah dijual itu. Panjang besi pipa itu 4 dan 6 meter dengan ukuran 4 dim dan sebagian lagi ada yang 3 dim," ungkap Eko. 

Eko berharap, masalah ini perlu diluruskan agar asset negara tidak mudah diperjualbelikan. "Saya mengerti dan menghormati keputusan warga, karena ini kepentingannya untuk tempat ibadah. Tapi kalau dengan cara menjual asset negara, apakah hal itu dibenarkan serta sesuai mekanisme, aturan dan prosedur yang berlaku," bebernya. 

Kades Plalangan, Agus Purwanto saat dikonfirmasi membenarkan, bahwa besi pipa saluran air bersih itu telah dijual untuk kepentingan pembangunan tempat ibadah. "Iya sudah dijual, saya tidak ikut-ikut. Coba tanya ke takmirnya," ujar Agus. 

Selain itu, Agus meminta agar persoalan ini tidak perlu diramaikan. "Tidak usah diramaikan karena nanti imbasnya tetap ke saya," ucap Agus. 

Agus juga membenarkan saat ditanya apakah warga setempat telah melakukan musyawarah terlebih dahulu sebelum besi saluran air bersih itu dijual. 

"Ya, warga di Dusun Binong sudah musyawarah dan berkordinasi dengan pihak muspika pada Kamis (1/11) malam," ungkap Agus. 

Sementara itu tokoh masyarakat Dusun Binong, Subairi membenarkan bahwa besi pipa saluran air bersih tersebut telah dijual dan sebelum dijual telah melaksanakan musyawarah dan berkordinasi dengan pihak muspika setempat. 

"Betul pak, besi itu dijualnya sudah dalam bentuk dipotong-potong yang jumlahnya sebanyak 90 buah. Saya tidak tahu dijual ke siapa," ungkap Subairi. 

Camat Sumbermalang, Sopan Efrndi saat dihubungi melalui WhasAppnya menyampaikan, bahwa Muspika diundang untuk rapat pembentukan panitia rehab masjid. 

"Saya belum tahu isi pertemuan selain pembentukan panitia, karena kecamatan saya wakilkan ke pak sekcam," ungkap Camat Sumbermalang, Sopan Efendi. 

Dikonfirmasi Sekcam Sumbermalang, Abdus mengaku tidak tahu terkait besi pipa saluran air bersih yang dijual tersebut. "Kalau hal itu saya tidak tahu, karena dalam rapat itu saya datang terakhir," jawabnya singkat. 

 

Reporter : Abdul Hakim
Editor : Ach Fajar
ad
Berita Sebelumnya Program Sasaran TMMD Sengkuyung Tahap III di Purworejo, Sesuai Target
Berita Selanjutnya Baru Pertama Kali Digelar di Sumenep, Event Kejurda Slalom Sedot Ribuan Warga 

Komentar Anda