Portal Indonesia
ad

Guru Sodomi Dua Murid Bimbel Di Surabaya Dituntut 10 Tahun

berita terkini
Usai Sidang, Terdakwa Menuju Ruang Tahanan PN Surabaya
ad

SURABAYA, (portalindonesia.co.id) - Ulla Abdul Muiz, seorang guru bimbingan belajar (bimbel) di kawasan Benowo Surabaya, terdakwa dalam kasus pelecehan seksual sesama jenis dengan korban dua muridnya sendiri langsung menundukkan kepala setelah dituntut JPU Duta Melia selama 10 tahun penjara, Kamis (15/11/2018.

Terdakwa dituntut 10 tahun penjara, dikurangi dengan massa tahanan dijalani terdakwa. Selain dituntut hukuman badan, terdakwa dikenakan denda Rp 100 juta dengan subsider 1 tahun kurungan.

Sidang digelar di ruang Sari Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, diketuai Majelis Hakim R. Anton Widyopriyono, SH., MH., berlangsung secara tertutup untuk umum. Di persidangan, terdakwa Ulla Abdul Muiz terlihat didampingi oleh kuasa hukumnya, yakni Enny Widjaja.

Perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 76 E Juncto Pasal 82 ayat (1) UU No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Menanggapi tuntutan Jaksa, Terdakwa melalui kuasa hukumnya akan mengajukan nota pembelaan dan akan dibacakan pada persidangan selanjutnya. "Sidang ditunda satu minggu dengan agenda pembelaan," kata Hakim R Anton Widyopriyono saat menutup persidangan.

Usai persidangan, Eni Widjaja selaku penasehat hukum terdakwa Ulla mengaku keberatan dengan tuntutan jaksa, yang menyebut perbuatan kliennya tidak mendapat perlawanan dari korban.

"Peristiwa itu tidak ada perlawanan dari korban, dan terdakwa juga tidak pernah memberikan obat atau jampi jampi seperti berita yang dikabarkan selama ini," kata Eni Widjaja.

Perlu diketahui, kasus cabul itu dilakukan terdakwa Ulla Abdul Muiz pada Februari lalu, di tempatnya bekerja sebagai pemilik sekaligus guru Bimbel diwilayahnya Benowo Surabaya.

Selepas mengajar, terdakwa meminta kedua korban (sebut saja Ipin dan Upin) ke kamar belakang bimbel. Di sana terdakwa menakut-nakuti korban bila mereka dibuntuti oleh mahluk halus.

Selanjutnya, terdakwa meyakinkan korban agar mau diobati dengan syarat harus melalui ritual penyembuhan. Nah, saat itulah aksi bejat terdakwa mulai dilakukan. Terdakwa mengocok kemaluan korban hingga melakukan seks oral terhadap Upin dan Ipin.

Tak cukup sampai di situ, terdakwa juga melakukan mastrubasi. Perbuatan itu dilakukan hingga sekitar setengah jam. Terdakwa baru berhenti saat dirinya mencapai klimaks.

Merasa menjadi korban, kedua remaja tersebut lantas melaporkan hal itu kepada orang tuanya. Laporan itu lantas diteruskan ke polisi. Setelah menggali keterangan korban, korps berseragam cokelat pun menangkap terdakwa di bimbel miliknya.

 

Reporter : Addy M.a.z
Editor : Abdul Hakim
ad
Berita Sebelumnya Dana PIP 200 Milyar Tembus Rapim DPRD Mubar
Berita Selanjutnya Pelaku Asusila Resahkan Warga, Digelandang ke Mapolres Situbondo 

Komentar Anda