Lima Perkara yang Dapat Mengurangi Pahala Orang Berpuasa

  • 2 min read
  • Apr 29, 2021
Lima Perkara yang Dapat Mengurangi Pahala Orang Berpuasa

Puasa adalah ibadah yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim di bulan Ramadhan. Puasa dapat menambah pahala jika dilakukan dengan benar yaitu menahan diri dari nafsu makan, minum, dan syahwat.

Tujuan ibadah puasa memang untuk menahan diri dari hawa nafsu, tidak hanya sekedar menahan diri dari makan dan minum saja, tapi dari segala hal yang membatalkannya. Boleh jadi seseorang berpuasa, tapi puasanya tidak mendapatkan pahala di sisi Allah karena dia selama berpuasa melakukan beberapa tindakan yang dapat mengurangi pahala puasanya.

Ada banyak hal yang dapat membuat ibadah puasa seseoran sia sia. Ibadah puasa yang dilaksanakannya hanya sebatas penggugur kewajiban saja. Beribadah puasa tidak hanya sekedar menahan lapar dan dahaga saja, tapi juga harus menghindari segala perbuatan hal yang mengurangi pahala puasa.

Berkaitan dengan hal-hal yang membatalkan puasa, Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumiddin mengutip dari hadis Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Ada lima perkara yang membatalkan pahala orang yang berpuasa, yaitu (1) berdusta; (2) berghibah; (3) mengadu domba; (4) bersumpah palsu; dan (5) memandang dengan syahwat.” (HR. Ad-Dailami).

  1. Berdusta

Berdusta adalah perbuatan hina yang timbul dari lisan. Apa yang terucap dari lisan tidak sesuai dengan apa yang diyakini didalam hatinya. Begitu juga dengan perbuatannya, perbuatannya tidak sesuai dengan apa yang diucapkannya.

  1. Ghibah (Menggunjing)

Ghibah atau menggunjing adalah membicarakan kejelekan orang lain. Berprasangka buruk kepada orang lain dan membicarakan apa yang dibenci orang lain saat orang tersebut tidak ada. Ghibah juga adalah perbuatan yang menjijikan.

Orang orang yang bergunjing diibaratkan seperti sedang memakan daging saudaranya sendiri yang telah mati.

  1. Mengadu Domba (Namimah)

Mengadu domba atau naminah adalah perbuatan yang berpangkal dari kebenciaan. Pelaku namimah tidak suka melihat orang rukun dan damai. Dia akan berupaya menjadikan kedua belah pihak agar saling bertengkar, sehingga tidak sedikit berawal dari adanya pertengkaran, seseorang berani menumpahkan darah sesamanya.

Karena itu, pelaku namimah dalam perbuatannya akan selalu memberikan keterangan yang berbeda kepada kedua belah pihak. Sebagai contoh, dia akan memberikan informasi kejelekan yang ditujukan kepada seseorang seolah olah informasi tersebut bersumber dari orang lain, padahal bersumber dari dirinya sendiri. Begitu juga sebaliknya kepada seseorang yang lain, dia akan memberikan informasi yang tidak sesuai dengan kebenaran aslinya.

  1. Bersumpah Palsu

Bersumpah palsu ini berkaitan dengan ucapan serta keterangan seorang saksi dalam sebuah pengadilan yang biasa disumpah dengan nama Allah. Jika seorang saksi memberikan keterangan yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarny, maka dia telah berbohong atas nama Allah. Memberi sumpah palsu berbahaya karena dapat menguntungkan sebelah pihak dan merugikan pihak lain yang menyebabkan kebenaran tertutupi oleh kesalahan.

  1. Memandang Dengan Syahwat

Tujuan berpuasa adalah untuk mengendalikan hawa nafsu, menundukkan serta menahan pandangan untuk tidak melihat secara bebas kepada segala sesuatu yang dicela serta dibenci dan kepada segala sesuatu yang melalaikan diri untuk mengingat kepada Allah.

Rasulullah SAW bersabda, “Pandangan merupakan salah satu anak panah (senjata) iblis.” (HR. Al-Hakim dan Ath-Thabrani).

Itulah 5 perkara yang dapat mengurangi pahala orang yang berpuasa. Semoga Anda tidak termasuk pada kategori tersebut. Berusahalah untuk selalu memelihara puasa yang dilaksanakan dari hal hal yang dapat mengurangi pahalanya, sehingga Anda dapat mencapai kualitas dan kuantitas puasa yang baik.